DAFTAR NAMA PEMIMPIN / KEPALA NEGARA TERBAIK, TERBESAR & PALING SEDERHANA DI DUNIA SEPANJANG SEJARAH

NAMA NAMA PEMIMPIN / KEPALA NEGARA TERBESAR, TERBAIK & PALING SEDERHANA DI DUNIA SEPANJANG SEJARAH


Bismillah...

Dalam kehidupan sehari hari, kata “pemimpin” biasanya diidentikkan dengan jabatan formal seseorang yang duduk dalam pemerintahan yang menguasai suatu wilayah, misalnya Kepala Desa, Camat, Bupati, Gubernur, kepala negara dan seterusnya. Padahal jika ditinjau dari segi bahasa, pemimpin atau kepemimpinan berasal dari kata pimpin yang berarti bimbing atau tuntun. Jadi secara singkat, pemimpin bisa diartikan pembimbing, penuntun. Jadi pemimpin secara ideal adalah seseorang yang memiliki kelebihan dan dengan kelebihannya itu ia bisa menuntun, membimbing dan mempengaruhi orang orang yang dipimpinnya agar melakukan aktifitas aktifitas demi mencapai tujuan bersama. Jadi pemimpin bisa melekat pada jabatan formal, non formal maupun informal, tidak hanya melekat pada jabatan formal saja. Bahkan terhadap dirinya sendiri, ia adalah pemimpin. Pemimpin yang diikuti kata keluarga, maka ia disebut dengan kepala keluarga, pemimpin yang diikuti kata desa, maka ia disebut dengan kepala desa, demikian juga jika kata pemimpin diikuti dengan kata provinsi maka artinya itu adalah kepala provinsi. Dan dalam konteks kenegaraan secara umum, maka yang disebut dengan pemimpin biasanya mengacu pada kepala negara. Dan inilah yang akan kita bahas.

Daftar nama pemimpin / kepala negara terbaik, terbesar & paling sederhana di dunia sepanjang

PEMIMPIN TERBAIK, TERBESAR DAN PALING SEDERHANA DI DUNIA ADALAH ROSULULLAH DAN KHULAFA’UR ROSYIDIN


Dalam perbincangan sehari hari, seringkali seseorang begitu mudah menilai dan



mengomentari masalah kepemimpinan, baik itu terhadap bupati, gubernur maupun kepala negara. Seolah olah kemampuan dalam memimpin suatu daerah atau negara merupakan suatu hal yang mudah dapat dilakukan oleh setiap orang, sehingga kita tidak merasa canggung lagi ketika memberikan komentar dan penilaian kepada para pejabat negara, yang notabene adalah pemimpin kita. Meskipun hal itu tentu saja adalah hak setiap orang yang dipimpinnya. Namun bukan itu maksud kami. Maksud kami adalah, kami mau mengatakan bahwa persoalan kepemimpinan itu bukanlah perkara yang mudah dan ringan, itu saja. Artinya bahwa kepemimpinan merupakan kemampuan dan keahlian yang tidak dimiliki oleh setiap orang, tentu saja yang kami maksud dalam hal ini adalah, kepemimpinan dalam konteks negara. Jadi sebenarnya, tidak setiap orang layak dan mampu memimpin suatu negara, meskipun secara formal ia ditunjuk sebagai kepala negara. Dan sebaliknya, boleh jadi, seseorang memiliki sifat pemimpin, meskipun ia bukanlah kepala negara. Nah….sekarang pertanyaannya adalah adakah kepala negara yang benar benar memiliki karakteristik kepemimpinan yang mumpuni atau lebih tepatnya lagi yang sempurna barangkali? Mungkin diantara para pembaca akan mengatakan tidak ada. Karena tidak ada manusia yang sempurna. Namun, kami berbeda. Kami katakan bahwa dalam sejarah peradaban manusia, ada beberapa kepala negara yang memiliki karakteristik kepemimpinan yang sangat baik, bahkan paling baik sepanjang sejarah. Mereka adalah, yang pertama tentu saja Rosulullah shallallahu ‘alahi wa sallam, dan kemudian dilanjutkan oleh keempat Khulafa’ur Rasyidin. Itulah sebaik baik pemimpin dan sesempurna sasempurna pemimpin yang pernah ada. Dan untuk mengetahui bagaimana karakteristik kepemimpinan Rosulullah shallallahu ‘alahi wa sallam dan para Khulafa’ur Rasyidin, berikut kami sajikan gambaran secara ringkas (singkat) mengenai keberhasilan Rosulullah shallallahu ‘alahi wa sallam dan keempat Khulafa’ur Rasyidin dalam memimpin rakyatnya :



Daftar Nama Pemimpin / Kepala Negara Terbaik, Terbesar & Paling Sederhana Di Dunia , Pertama Yaitu Muhammad Bin Abdullah


Dialah Rosulullah shallallahu ‘alahi wa sallam . Ulama berbeda pendapat tentang tanggal dan bulan kapan beliau lahir. Sebagian ulama ada yang berpendapat bahwa beliau lahir pada tanggal 9 Rabiul Awal, seperti yang dikuatkan oleh Syeikh Shafiyuurrahman al Mubarokhfury (pemenang lomba Siroh Nabawiyah tahun 1399 H). Sebagian lagi ada yang berpendapat tanggal lahir beliau adalah 12 Rabiul Awal, sebagaimana pendapat Ibnu Ishaq dan mayoritas ulama. Namun ada juga yang memiliki pendapat tanggal 2, 8, 10, 12, 17 Rabiul Awal, bahkan ada yang mengatakan tanggal 10 Muharrom, Wallohu’alam. Adapun kaum muslimin sepakat bahwa beliau lahir pada hari senin, sebagaimana hadits beliau “Hari senin adalah hari dimana aku dilahirkan dan pertama kali aku mendapat wahyu” (HR. Muslim). Sedangkan tahun lahir beliau biasa disebut dengan tahun gajah.

Rosulullah shallallahu ‘alahi wa sallam adalah sosok pemimpin yang sempurna, tegas, berwibawa, dan bijaksana. Santun dalam bertutur kata, singkat namun padat ketika beliau berpidato (jawami'ul kalim), berakhlak mulia, shidiq, amanah, dan cerdas. Ketika renovasi bangunan ka’bah, dimana terjadi perselisihan di antara para kabilah mengenai siapa yang paling berhak memasukkan Hajar Aswad, maka beliaulah yang terpilih meletakkan Hajar Aswad, setelah para kabilah sepakat, bahwa orang yang pertama masuk lewat pintu masjid, maka dialah yang paling berhak meletakkan Hajar Aswad. Dan Allah mentakdirkan Muhammad bin Abdullahlah yang pertama masuk melalui pintu masjid. Namun sebelum beliau meletakkan Hajar Aswad, beliau terlebih dahulu meminta selendang untuk dijadikan tempat diletakkannya Hajar Aswad. Kemudian beliau meminta agar para pemimpin kabilah mengusung secara bersama sama ke dekat ka’bah. Setelah itu, beliaulah yang membawanya ke dalam. Dan atas kecerdasan Muhammad inilah, perselisihan diantara para kabilah dapat diredam.

Beliau shallallahu ‘alahi wa sallam pula yang pertama kali membuat konstitusi tertulis di dunia, jauh sebelum Magna Charta (tahun 1215 M) ada. Konstitusi tersebut biasa disebut dengan nama Piagam Madinah (tahun 622 M) atau Dustar al-Madinah yang memuat 47 pasal dengan perincian 23 pasal diantaranya mengatur hubungan antara Kaum Muhajirin dan Kaum Anshor, dan 24 pasal lainnya mengatur hubungan antara Umat Islam dengan umat lainnya, termasuk umat yahudi. Di bawah kepemimpinan beliau, Orang Quraisy makkah ditaklukkan tanpa perlawanan dalam fatkhu makkah. Di bawah kepemimpinan beliau pula, masyarakat merasakan keadilan, kedamaian, aman, tenteram, dan sejahtera. Dan dibawah kepemimpinan beliau, negeri kaum muslimin sangat dihormati sekaligus disegani oleh negeri dan bangsa lain. Beliaulah sebaik baik pemimpin sepanjang masa, dan hal ini sangat diakui oleh siapa saja yang pernah mempelajari sejarah beliau shallallahu ‘alahi wa sallam dengan baik. Bahkan seorang Michael H. Hart yang beragama nasranipun mengakui sosok kepemimpinan beliau shallallahu ‘alahi wa sallam yang sangat berpengaruh bagi masyarakat dunia, sehingga ia menempatkannya di urutan pertama orang yang memiliki pengaruh terkuat dalam sejarah manusia dalam bukunya yang berjudul The 100: A Ranking of the Most Influential Persons in History terbitan tahun 1978. Para sejarawan mencatat bahwa Rosulullah meninggal pada 12 Rabi’ul Awal tahun 11 H dalam usianya yang ke 63 tahun.

Daftar Nama Pemimpin / Kepala Negara Terbaik, Terbesar & Paling Sederhana Di Dunia, Kedua Yaitu Abu bakar Ash Shiddiq


Dan pemimpin terbaik kedua setelah Rosulullah adalah Abu Bakar Rodhiyallahu ’anhu. Nama asli beliau adalah Abdullah Bin Utsman. Dan Abu Bakar adalah nama kunyah beliau. Beliau diberi gelar Ash Shiddiq karena senantiasa membenarkan apapun yang disampaikan oleh Rosulullah shallallahu ‘alahi wa sallam. Selain Ash Shiddiq, gelar beliau lainnya adalah Al ‘Atiq, karena menurut sebagian pendapat, disebabkan wajah beliau yang tampan. Sedangkan pendapat yang lain mengatakan bahwa hal itu karena adanya kabar gembira yang datang dari Rosulullah shallallahu ‘alahi wa sallam, bahwasanya beliau akan terbebas dari api neraka.

Beliau adalah pedagang sekaigus pembesar kaum Quraisy. Sifatnya sangat terpuji, berbudi luhur, berakhlak mulia, dermawan, tawadhu’, qona’ah, dan zuhud. Sampai sampai ketika beliau dipuji dengan suatu pujian, maka beliaupun berdo’a dengan do’a yang artinya ““Ya Allah engkau lebih tahu tentang diriku daripada aku, dan aku lebih tahu tentang diriku daripada mereka, Ya Allah jadikanlah aku lebih baik dari apa yang mereka sangka, ampunilah aku dari apa yang mereka tidak ketahui dan jangan siksa aku atas (pujian) yang mereka katakan.” (Al Ishabah, 2/335).

Abu Bakar adalah orang yang sangat pemberani. Hal itu dibuktikan ketika perang Hunain, tatkala orang orang pada berlarian meninggalkan Rosulullah, maka Abu Bakarlah yang kembali untuk melindungi Rosululah shallallahu ‘alahi wa sallam. Beliau pula yang meminta kepada Rosululah shallallahu ‘alahi wa sallam untuk berdakwah secara terang terangan ketika kaum muslimin pada saat itu baru berjumlah 38 orang. Dan beliau pula orang yang pertama kali memberikan khotbah di depan khalayak manusia untuk menyeru kepada agama Allah dan mentauhidkan Allah. Itulah beberapa bukti keberanian sahabat mulia Abu Bakar Ash Shiddiq Rodhiyallahu ’anhu. Dan sebenarnya masih banyak lagi bukti sifat sifat keberanian beliau selama hidupnya.

Di bawah kepemimpinannya, Beliau meneruskan pengiriman pasukan Usamah Bin Zaid (yang dulu pernah disiapkan oleh Rosulullah shallallahu ‘alahi wa sallam sebelum meninggal) untuk menghadapi pasukan romawi, dan kembali dengan kemenangan. Di bawah kepemimpinannya pula, beliau berhasil memerangi orang orang yang menolak untuk membayar zakat, untuk kemudian menyadarkannya kembali. Di bawah kepemimpinan beliau, orang orang yang hendak murtad sepeninggal Rosulullah shallallahu ‘alahi wa sallam, kembali ke pangkuan Islam atas sikap beliau yang sabar, namun tegas. Dan dibawah kepemimpinan beliau, beliau berhasil menumpas si nabi palsu Musailamah Al Kadzdzab dengan menerjunkan pasukan dibawah kepemimpinan Khalid Bin Walid. Dan masih banyak lagi kecerdasan dan kecermelangan beliau saat menjadi pemimpin umat yang tidak bisa ditulis satu persatu.

Daftar Nama Pemimpin / Kepala Negara Terbaik, Terbesar & Paling Sederhana Di Dunia, Ketiga Yaitu Umar Bin Khattab


Menurut salah satu riwayat, beliau dilahirkan pada tahun ke 13 setelah peristiwa penyerangan ka’bah oleh tentara bergajah raja abrahah yang kemudian disebut dengan istilah tahun gajah. Di masa jahiliyah, Umar Bin Khattab Rodhiyallahu ’anhu sudah menunjukkan sifat sifat kepemimpinan, hingga beliau selalu diikutsertakan dalam masalah masalah diplomasi. Beliau juga sering dipercaya oleh masyarakat Quraisy untuk menjadi juru penengah setiap ada pertikaian atau peperangan di antara para kabilah. Sosok tubuhnya yang tinggi besar disertai sikap tegas beliau, menjadikan sosok Umar Bin Khattab sangat ditakuti dan disegani baik kawan maupun lawan.

Masuknya Umar Bin Khattab Rodhiyallahu ’anhu ke agama Islam (ada yang menyebut pada usia ke 27 tahun), sangat disambut suka cita oleh kaum muslimin, dan oleh karenanya pula kaum muslimin menjadi lebih kuat. Keberanian dan ketegasan beliau tidak serta merta menjadikan pribadi beliau menjadi super power, bahkan sebaliknya, beliau sangat dikenal dengan pribadi yang zuhud. Hal ini beliau tunjukkan saat beliau ditunjuk oleh Abu Bakar ash-Shiddiq untuk menggantikannya sebagai kholifah. Awalnya beliau menolak, namun setelah Abu Bakar terus mendesaknya dengan argumen argumen yang membawa misi Illahi, maka barulah Umar bersedia menggantikannya sebagai kholifah. Tidak berhenti sampai di situ, tatkala Umar dilantik menjadi Kholifah, maka Umarpun menangis. Sehingga orang orang bertanya “Wahai Amirul Mukminin, mengapa engkau menangis menerima jabatan ini?”. Lantas Umarpun menjawab “Aku ini keras, banyak orang yang takut kepadaku. Apabila nanti aku melakukan kesalahan, lantas siapa yang berani mengingatkan?”. Kemudian muncullah seorang Arab badui sambil menghunus pedang sambil berkata “Aku, akulah yang mengingatkanmu dengan pedang ini”. Dan Umarpun memuji Allah karena masih ada orang yang berani dan mau mengingatkannya jika nanti beliau melakukan kesalahan. Itulah watak pemimpin sejati. Mau menerima kritikan dan siap memperbaiki tiap tiap melakukan kesalahan dan penyimpangan. Selain itu beliau juga dikenal sangat mengedepankan musyawarah sebelum mengambil keputusan dan tulus dalam mengemban amanah. Suatu hari di tengah malam, Umar Rodhiyallahu ’anhu ditemani sahabatnya yang bernama Aslam melakukan patroli (istilah sekarang “blusukan”) ke rumah rumah warga untuk mengetahui kondisi masyarakatnya. Tiba tiba beliau dikejutkan oleh suara tangisan dari dalam rumah, dan ternyata setelah beliau masuk didapati seorang ibu yang sudah tua sedang memasak batu untuk mengelabui anaknya yang sedang kelaparan. Melihat hal itu, Umarpun terdiam, kemudian beliau memutuskan untuk kembali pulang ke rumah sambil berurai air mata untuk mengambil sekarung gandum yang akan diberikan kepada si ibu tadi. Dan uniknya, Umarlah yang mengangkat sendiri karung gandum tersebut, meskipun posisi beliau sebagai kholifah. Beliau tidak mau menerima bantuan dari Aslam, ketika Aslam menawarkan diri untuk mengangkat karung gandum tersebut. Seperti itulah seharusnya sifat pemimpin, yaitu rendah hati, bijaksana, dan penuh dengan tanggung jawab. Dan kisah di atas hanyalah sejumput saja dari sekian banyak peristiwa yang mengisahkan sifat sifat keteladanan beliau, Umar Bin Khattab Rodhiyallahu ’anhu.

Adapun prestasi beliau selama menjabat sebagai kholifah sangat banyak sekali, diantaranya, beberapa negara mampu beliau taklukkan baik dengan peperangan maupun tanpa peperangan seperti Basrah, Mesir, Yordania, Azerbaijan, Mosul dan masih banyak lagi daerah atau wilayah yang ditaklukkan oleh kaum muslimin di bawah kepemimpinan beliau. Beliau pulalah yang pertama kali mendirikan Baitul Mal, menulis penanggalan hijriyah, membangun kantor kantor administrasi, membangun kota kota, membangun lumbung untuk menyimpan makanan dan masih seabreg prestasi beliau yang tidak bisa kami tulis satu persatu. Meski demikian, beberapa untaian kalimat di atas sudah cukup sebagai bukti bahwa beliau, Umar Bin Khattab Rodhiyallahu ’anhu merupakan salah satu pemimpin terbesar dan terbaik dunia sepanjang sejarah.

Daftar Nama Pemimpin / Kepala Negara Terbaik, Terbesar & Paling Sederhana Di Dunia, Keempat Yaitu Utsman Bin Affan


Beliau memiliki nama Utsman Bin Affan Bin Al-‘Ash Bin Umayyah. Menurut sebuah keterangan, beliau lahir pada tahun ke – 6 dari tahun gajah. Beliau merupakan salah satu orang yang mula mula memeluk Islam atas ajakan Abu Bakar Ash Shiddiq. Beliau ikut berhijrah sebanyak 2 kali, yaitu yang pertama ke negeri Habbasyah dan yang kedua ke Kota Madinah. Dan beliau adalah satu satunya orang yang menikahi 2 putri seorang nabi sekaligus, sehingga beliau mendapat julukan Dzun Nurain atau pemilik dua cahaya. Istri pertama beliau adalah Ruqayyah Binti Muhammad yang meninggal pada saat perang badar dan yang kedua adalah Ummu Kultsum yang juga seorang putri baginda Rosulullah shallallahu ‘alahi wa sallam.

Beliau sangat dikenal pemalu dikalangan para sahabat, sampai sampai malaikatpun malu kepadanya. Meskipun pemalu, beliau juga memiliki sifat pemberani dan teguh berpendirian. Disamping itu beliau juga sangat dikenal dengan sifat kedermawanannya. Utsman Bin Affan Rodhiyallahu ’anhu pernah berkata “Dari dunia ini aku diberi kecintaan kepada 3 perkara, yaitu memberi kenyang kepada orang-orang yang kelaparan, memberi pakaian kepada orang-orang yang tak memiliki pakaian, dan membaca Al-Quran”.

Dalam menjalankan tugas kepemimpinan, Beliau tidak segan segan turun blusukan ke pasar pasar untuk menanyakan harga barang kebutuhan. Beliau juga sangat memperhatikan orang orang yang sedang sakit diantara warga masyarakatnya. Beliau juga seringkali menanyakan kepada para gubernur (Kepala Daerah) untuk menanyakan langsung keadaan masyarakatnya. Dan apabila didapati rakyatnya yang sedang kesusahan, maka beliau tidak segan segan memberikan bantuan kepadanya. Ibnu Qutaibah dalam Al-Mushannaf fi Al-Hadits (III/1023) melaporkan dari ‘Urwah bin Az-Zubair, ia menuturkan, “Aku telah menjumpai zaman kepemimpinan ‘Utsman. Tidak ada jiwa muslim pun kecuali memiliki hak dari baitul maal”. Selain itu metode yang diterapkan oleh Utsman Bin Affan Rodhiyallahu ’anhu dalam memimpin negara berpedoman kuat pada Al-Quran dan Sunnah sunnah Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam, dengan tetap meneruskan program program yang diwariskan para pendahulunya yaitu Abu Bakar Ash Shiddiq Rodhiyallahu ’anhu dan Umar Bin Khattab Rodhiyallahu ’anhu. Metode Utsman tersebut sangat mencocoki dengan kaidah tentang kepemimpinan yang sudah sangat kita kenal, yaitu “Mulailah dengan apa yang sudah dilakukan orang-orang terdahulu. Jangan memulai dari apa yang telah dimulai orang-orang terdahulu.” Begitulah seharusnya pemimpin, tidak merasa paling benar, paling berjasa atau paling pintar, tetapi harus tetap rendah hati, mengakui adanya keterlibatan orang orang di sekitarnya dan juga pemimpin pemimpin yang telah mendahuluinya dalam meraih keberhasilan yang telah dicapainya. Bukan malah saling membuka aib masing masing pemimpin sebelumnya, atau bahkan saling menjatuhkan di antara mereka, hanya untuk menaikkan pamor mereka di mata masyarakat.

Dan sejarah mencatat, di bawah kepemimpinan Utsman Bin Affan, wilayah yang dikuasai kaum musliminpun semakin meningkat, diantaranya ditaklukkannya benteng benteng pertahanan Romawi, ditaklukkannya kota Cyprus dibawah pasukan Mu’awiyah,ditaklukkannya kota Arjan dan Darbijard, kota Jur, Ishthahar, Fasa dan beberapa kota lainnya di wilayah Khurosan.

Daftar Nama Pemimpin / Kepala Negara Terbaik, Terbesar & Paling Sederhana Di Dunia, Kelima Yaitu Ali Bin Abi Tholib


Beliau bernama Ali Bin Abi Tholib. Beliau adalah sepupu sekaligus menantu Rosulullah shallallahu ‘alahi wa sallam. Karena beliau dinikahkan dengan putri Rosulullah yang bernama Fathimah, yang merupakan penghulu wanita sedunia. Beliau masuk Islam pada masa masa awal kelahiran Islam ketika beliau masih berusia belia. Bahkan sebagian pendapat ada yang mengatakan bahwa beliau adalah orang yang pertama kali masuk Islam, meski dalam masalah ini ada khilafiyah diantara para ahli sejarah. Beberapa sahabat yang mengatakan bahwa Ali Bin Abi Tholib adalah orang yang pertama kali masuk Islam diantaranya Ibnu Abbas, Anas, Zaid Bin Arqom, dan Salman Alfarisi. Nama panggilan yang diberikan Rosulullah kepada Ali Bin Abi Tholib Rodhiyallahu ’anhu adalah Abul Husein dan Abu Turab. Beliau memiliki sifat sifat terpuji sebagaimana kholifah kholifah sebelumnya seperti sifat pemberani, jujur, amanah, bijaksana, adil dan zuhud. Beliau diperintah oleh Rosulullah untuk menetap beberapa hari di Makkah pada saat peristiwa Hijrah ke Madinah dengan sebuah misi dari Rosulullah agar beliau mengembalikan seluruh barang titipan yang ada pada Rosulullah kepada para pemilik barang tersebut. Dan beliaupun menunaikannya dengan penuh tanggung jawab. Beliau ikut serta pada setiap peperangan di jaman Rosulullah, kecuali Perang Tabuk. Karena pada saat peristiwa Perang Tabuk, Rosulullah shallallahu ‘alahi wa sallam memerintahkannya untuk mengganti sementara kedudukan Rosulullah sebagai kholifah di Madinah. Beliau seringkali diberi amanah Rosulullah shallallahu ‘alahi wa sallam untuk membawa bendera perang, sebuah tugas kehormatan yang banyak digadang gadang dan dinanti nantikan oleh para sahabat Nabi yang lain. Beliau pulalah yang menjebol pintu benteng khaibar, sehingga membuka jalan bagi kaum muslimin untuk mengalahkan musuh musuhnya.

Ketika beliau menjadi kholifah, beliau sangat dikenal karena kesederhanaannya dan sangat dekat dengan masyarakat. Posisi kholifah tidak lantas menjadikannya menjaga jarak dari rakyatnya, namun justru sebaliknya, beliau sangat terbuka kepada rakyatnya, berbaur dan melebur di tengah tengah masyarakat yang dipimpinnya. Beliau juga tidak segan segan blusukan, tentu saja tanpa pencitraan, ke pasar pasar untuk menasihati kepada para pedagang agar bersikap jujur dan adil. Pakaian beliau yang biasa dikenakan sehari hari adalah pakaian sangat sederhana, hingga tidak mencerminkan sama sekali bahwa beliau adalah seorang kepala negara (kholifah). Di bawah kepemimpinannya, beliau berhasil mengembalikan kepercayaan sebagian orang orang khowarij yang memberontak beliau, setelah beliau mempercayakan pada Ibnu Abbas untuk memberikan argumentasi pada masalah tahkim (proses pengambilan keputusan) kepada mereka. Beliau sangat menghormati dan mencintai ulama, dekat dengan orang orang miskin dan mudah sekali menangis Karena takutnya kepada Allah, cerdas, bijaksana, adil dan sangat merakyat. Di bawah kepemimpinannya, masyarakat merasakan keadilan, kedamaian, dan kesejahteraan luar biasa, bahkan di mata orang kafir sekalipun. Orang yang berniat dzolim pada jamannya, tidak akan bisa berbuat leluasa untuk menjalankan aksinya, dan sebaliknya, di jamannya pula, orang orang miskin dan lemah tidak pernah merasakan khawatir dengan keadilan atas kebijakan kebijakan yang beliau putuskan.

Demikianlah karakteristik dan keberhasilan Rosulullah shallallahu ‘alahi wa sallam, dan keempat Khulafa’ur Rasyidin dalam memimpin rakyatnya. Mudah mudahan bisa kita jadikan teladan, khususnya bagi yang sedang diberi amanah dalam memimpin suatu wilayah atau negara. Semoga bermanfaat bagi kita semua. Silakan baca juga artikel kami yang lain : “Daftar Nama Nama Bulan Dalam Kalender Hijriyah (Qomariyah) & Artinya”.

Contact Form

Name

Email *

Message *